QPE

QPE

Senin, 17 November 2025

Praktik Baik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Keluarga Kami

Halo, Ibu-ibu!
Kali ini saya ingin membicarakan tentang Praktik Baik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Keluarga Kami.

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri bahwa sekarang saya merupakan seorang Fasilitator dari Sidina Community. Tugasnya adalah untuk sosialisasi beragam program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Materi ini telah saya dapatkan saat pelatihan dan dengan senang hati akan membagikannya dengan ibu-ibu semua di sini. 

Berhubung kedua anak kami tengah bersekolah di jenajang SD, maka kami akan membahas Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Indonesia bagi anak Sekolah Dasar. 

Siap belajar bersama, Ibu-ibu?!

(Pic: Cr to towner)


Senin, 07 Februari 2022

Shoo-shoo, Comfort Zone!

Bismillaah...

          Memasuki tahun ke-3 pandemi Covid-19 tentunya menimbulkan begitu banyak kisah. Suka dan duka silih berganti sehingga tiada daya dan upaya selain berserah pada-Nya.

Alhamdulillaah 'ala kulli haal

          Melalui postingan ini, aku ingin menorehkan barisan kata penuh rasa mengenai sebuah tekad dan sedikit perjuangan dalam hal melepas segala kesenangan duniawi. 

          Memutuskan untuk menonaktifkan akun Instagram adalah salah satunya. Melalui pertimbangan matang, sedikit indecisive, disertai dengan konsultasi intens dengan suami, akhirnya diputuskan untuk cuti sementara dari dunia medsos pada platform tersebut.

          Apa ya yang membuat ragu?

- IG menjadi media sharing dengan interaksi paling tinggi untukku

- postingan feed berupa carousel content dan rangkaian story berkait begitu menyenangkan bagiku

- tentunya feedback berupa manfaat dan inspirasi dari warganet yang notabene saling kenal memberi semangat tersendiri


          Kisah lain adalah mengenai hengkangnya diri ini dari pelbagai komunitas baik sebagai anggota maupun pengurus. BERAT RASANYA. 

          Alasan utama adalah isu teknis yaitu memori internal ponsel pintar Nokia kesayanganku yang kurang mumpuni. Ribuan chat dari puluhan komunitas?

Hmm...

          Di luar itu semua, ada sebuah alasan mendasar yang membuatku melakukan kedua hal di atas, ALASAN KELUARGA.


          Insyaa Allah per tahun ini aku ingin lebih fokus, mindful, ngga kedistraksi notif medsos, dalam hal membersamai anak-anak. Mendampingi mereka sekolah, menjadi sebaik-baiknya guru sepanjang masa, dan tentunya mengharap ridha Allah Azza wa Jalla atas peran mulia ini.

          Insyaa Allah...

          Ke depannya, tidak menutup kemungkinan aku akan main medsos lagi ditambah cukup banyaknya chat yang masuk dari sesama ibu yang rata-rata bilang kangen sama postinganku. Baper deh, sungguh...



           Di akhir tulisanku dan sedikit renunganku mengenai tindakan ini, bermuara pada pertanyaan:

"Sejauh mana mempersiapkan diri akan keberadaan suami dan anak-anak di dunia fana ini yang ternyata bisa menjadi sebuah ujian?"

Ya Allah... Ya Rabbi...

Pertanyaan sulit yang menuai genangan air mata di wajah manusia dha'if ini.

Jangan berputus asa!

(Coba untuk) S E M A N G A T! 

Salam,

Ambu Mande







Jumat, 31 Desember 2021

DERETAN KISAH PELECEHAN SEKSUAL

Bismillaah...

    Di era media sosial dengan akses informasi yang begitu cepat--secepat kilatan cahaya, kita bisa mengetahui dengan mudah beragam perilaku manusia. Salah satunya mengenai kasus pelecehan seksual.


    Dari tahun ke tahun, aksi bejat ini terus menghiasi perjalanan manusia. Begal Payudara, Predator Sex Ratusan Pria di Tanah tempat The Beatles mencatat sejarah, bahkan kasus oknum polisi yang membuat seorang mahasiswi bunuh diri karena diperkosa.


    Pelakunya beragam latar belakang, tindakannya halal dikecam. Namun hukum di dunia terkadang malah membuat korban bungkam.


    Berikut adalah deretan kisah pelecehan seksual yang berhasil penulis rangkum dan perilisannya di blog ini sudah mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan.  Sekali lagi, para pembaca dihimbau agar berada di dalam kondisi sangat stabil untuk dapat menyelami kisah-kisah berikut ini.


Disclaimer:

    Tujuh kisah nyata ini tidak akan memuat nama pun inisial. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan korban tentunya. Penulis berlepas diri dari interaksi apapun yang melibatkan pelaku di kemudian hari. Terima kasih.


1. "Tunas Kelapa"

     Peristiwa 'membingungkan' ini menimpa seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Kejadian tepatnya agak kurang diingat oleh korban, mungkin saat ia kelas 3 atau lebih.




    Siswi tersebut menjadi salah satu delegasi sekolah untuk ikut lomba pramuka. Singkat cerita, begitu lomba selesai dan satu regu pulang menaiki angkot sewaan, siswi ini diminta duduk di bawah karena kursi penumpang penuh.


    Di bawah itulah siswi tadi didekap dari belakang oleh pelaku. Mulai risih namun tak bisa berkutik, siswi tersebut kemudian harus merasakan ciuman di bagian tengkuknya. Ia yakin bahwa itu bukan bentuk kasih sayang terhadap seorang siswi. Namun ia bergeming. Seragam pramuka dan semangat Trisatya serta Dasa Dharma di dalamnya tak mampu membuat siswi tersebut melawan.

Ia ketakutan.


    Satu hal yang penulis tahu, sejak saat itu siswi tersebut selalu cemas ketika sekolah dan berharap agar cepat lulus. Ditambah ia juga tak menceritakan peristiwa traumatis tersebut ke siapapun.


Minggu, 04 Oktober 2020

Yoga dan Keutuhan Rumah Tangga

        Assalaamu'alaykum, Millennial Moms!

    Memasuki bulan Oktober tuh udah mulai musim hujan, ya... Bawaannya ingin rebahan sambil main hp tapi tetep dapet cuan. Wah gimana, tuh? 😅

    Kalau Ambu sih bertekad supaya di musim hujan ini tetep sehat lahir batin. Salah satu ikhtiar yang Ambu lakukan adalah ikut latihan yoga bersama Lisa Namuri yang diadakan oleh Wardah X Mom Influencer ID. Acaranya sendiri sudah diadakan pada Minggu, 20 September 2020 lalu jam 09.30 - 11.30 WIB. Ambu dan para Momi dari Mom Influencer ID belajar yoga via Zoom. Ini seru banget, sih... Ambu terakhir yoga kayaknya pas 2018. Lama banget...



Foto keseruan yoga bareng millennial moms dipandu oleh Mbak Lisa Namuri
    
    
    Sebelum memulai yoga, Mbak Lisa ini bercerita sedikit mengenai salah satu aktivitas lain yang ia tekuni yaitu sebagai founder Waste Cycle Indonesia. Kalau mau tau lebih jauh, langsung ke instagram Mbak Lisa aja ya Moms di sini.

    Yoga kala itu ada tiga pose kalo ga salah. Apa ada tiga gerakan gitu, kurang nyimak juga istilah-istilahnya. Tapi Ambu punya sedikit rekaman mengenai gerakan yoga tersebut yang tentunya hanya untuk kepentingan pribadi. Buat dipraktikkan sehari-hari.

    


    Mbak Lisa sendiri cukup sabar dalam mengajarkan gerakan yoga ini. Beberapa kali gerakan Ambu dikoreksi karena Ambu ini agak kaku gimana gitu, tegang terus hidupnya, beneran kaku kek kanebo kering. 😂
Step by step gerakan juga slo-mo gitu padahal kata Mbak Lisa kalau dilakukan lebih cepat malah ga akan begitu capek. 

    Oh ya, sebelum yoga tuh sebenarnya ada ngobrol-ngobrol santai sama Mbak Via dari pihak Wardah. Diminta share-nya gitu dari para momi menngenai pemakaian produk Wardah yang seri UV Shield. Ada yang warna orens dan biru. Kebetulan Ambu punya yang biru, Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence. 


Suami pun rutin pakai Wardah UV Shield biru ini

    Wardah UV Shield yang biru ini lebih 'light' gitu dan bisa dipakai saat di dalam ruangan. Kalau yang Wardah UV Shield Active Protection Serum (warna orens) itu waterproof, sweatproof, dan cocok untuk pemakaian outdoor. Keduanya sama sih untuk melindungi dari sinar UV A, sinar UV B, dan blue light misalnya dari layar handphone. Series UV Shield ini 0% alkohol dan mengandung SPF 50 PA ++++ tapi untuk lebih lengkap bisa langsung ke akun Instagram resmi Wardah. 

    
        GIVEAWAY
    Keseruan yoga kali itu ngga berhenti pas gerakan-gerakannya aja. Keliatannya gampang tapi ternyata sukses bikin Ambu ngos-ngosan dan lutut lemes. Mana Ambu pakai niqob (cadar) saat yoga tersebut jadi saturasi oksigen berkurang. Memang baiknya saat olahraga itu ngga pakai masker/penutup muka, ya...

    Terakhir ada giveaway yang diadakan oleh Wardah dan pertanyaannya seputar produk Wardah dan gerakan yoga tadi. Ambu nyaris menang tapi satu jawaban lagi kurang. Prinsip Ambu, kalo menang giveaway alhamdulillah, kalo kalah ayok lanjut ikut Giveaway lainnya. Hahaha anaknya cepet move on ya Ambu ini... 

        ILMU BERMANFAAT
    Mbak Lisa menekankan bahwa latihan yoga kala itu baiknya menjadi 'oleh-oleh' bagi para momi yang diharapkan bisa menjadi rutinitas. Nah, ini nih yang berusaha Ambu terapkan di kehidupan sehari-hari. Walaupun belum begitu rutin tapi mencoba untuk yoga tipis-tipis. Ambu melakukan gerakan yoga ini bersama suami tercinta, Abah Buya. Biar makin sehat berdua ya...

        HARMONIS
    Justru karena melakukan yoga ini dengan pasangan ternyata bisa menjaga keutuhan rumah tangga lho, Moms!
Diharapkan sih jadi makin romantis ya rumah tangganya. Kan sehat bareng, biar lebih bugar di kala pandemi seperti ini. Juga biar makin fit dalam perkara membersamai anak. Sudah rahasia umum kalau anak-anak itu tenaganya tak terhingga hahaha jadi orangtua harus bisa mengimbanginya. 


Kita semua pasti suka Baby Pose 😎
    
    Berikut gaya Abah lagi pose yoga, bener ngga ya posisinya nih Mbak Lisa?
Kalo salah takut keceletit kan bahaya ya salah urat. 😫
Ini juga ada sedikit video Ambu lagi jadi instruktur yoga buat Abah. Hihihi... Masih amatiran lah kami ini. 

Kalau mau lihat video ini, puter dulu hapenya, Moms! 😆


        Wardah "Renew You"
    Ingin tau ngga keseruan lain dari event ini, jadi tiap peserta dapet hampers Wardah berupa rangkaian series 'Renew You' yaitu perawatan 'anti aging' yang cocok banget buat Ambu, maklum, Ambu tahun ini udah memasuki 31 tahun. Pakai skincare ini semoga jadi lebih muda seakan jadi anak SMP lagi. *eh 😂
    Selama dua minggu ini Ambu coba rutin pakai Wardah 'Renew You' dan rasanya kulit jadi lembab, lebih seger kenyal lembut gimanaaa gitu. Kata Si Abah sih jadi lebih 'glowing' dan berseri gitu. Terus pesan Abah supaya Ambu jangan gonta-ganti skincare biar Abah bisa anggarin budget-nya katanya. 😁




Semoga cocok terus deh ya Ambu pakai Wardah. 
Makasih banget buat Mom Influencer ID, Wardah, dan Mbak Lisa Namuri akan keseruan yoga ini. Menang banyak yekan dapet ilmu bermanfaat, hampers, dan makin 'uwu' sama pasangan.

    Yuk kita yoga sama suami kita masing-masing, Moms!


Salam sayang,
Ambu Mande








Sabtu, 29 Agustus 2020

31 Tahun: Biyung Bingah

Bismillaah...

     Assalaamu'alaykum...

Di bulan Agustus ini banyak kejadian yang di luar perkiraan bahkan tak terduga sebelumnya. Salah satu contohnya adalah keputusan Ambu untuk ikut berkontribusi dalam pembuatan sebuah buku. 

..........

Semoga Ambu bisa menjadi 'ibu bahagia' sesuai dengan judul buku tersebut. 

- bersambung -





Rabu, 01 Juli 2020

New Normal = Semacam Culture Shocked?

     Assalamu'alaykum, Ibu-ibu!
Gimana dengan penerapan New Normal saat ini?

     Hari ahad kemarin, tepatnya 28 Juni 2020, merupakan pertama kalinya Ambu ke luar rumah DAN menuju tempat umum. Rasanya campur aduk, excited yet anxious at the same time. Tempat ramai yang Ambu kunjungi adalah IKEA Alam Sutera. Keluarga Chicken QatSyu yang terdiri dari Abah (suami), Ambu (istri), Aa (anak pertama) dan Dedek (anak kedua), siap menjalani hari-hari baru.

     Apa saja persiapan yang kami lakukan?
- Makan dulu
- Bawa baju ganti untuk sekeluarga
- Bawa air minum dan makanan
- Sedia hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, masker
- Niatkan dengan baik, berdo'a agar diberi kelancaran

     Sejujurnya, emang kurang lebih kayak gitu persiapan yang Ambu dan keluarga lakukan tiap bepergian. Namun kali ini rasanya cukup 'aneh' ya karena itu tadi, udah berbulan-bulan diem di rumah. Tentu ini tantangan yang cukup besar bagi orang dengan mobilitas tinggi atau pun sering berkegiatan di luar rumah yang harus mengurangi aktivitasnya bahkan cenderung untuk karantina mandiri selama pandemi. Bagi Ambu yang betah di rumah pun, ada kalanya rasa jenuh menghampiri. Namun jika diniatkan sebagai ikhtiar demi kesehatan keluarga, diem di rumah aja juga hayuk lah. 

     Saat perjalanan menuju IKEA, ga jauh dari bunderan 'Downtown Alam Sutera' terlihat deretan mobil yang sudah mengular. Tepat sekali!
Ini orang-orang yang pada mau ke IKEA. Tentu dengan beragam maksud dan tujuan. Untuk Ambu sendiri, ada apa sih sampai memutuskan harus banget ke IKEA?
Ga belanja online aja?

Senin, 22 Juni 2020

Qatrinna as Niqobis: State of Fashion?

Assalamu'alaykum Warohmatullohi Wa barokaatuuh...

Postingan kali ini cukup emosional bagiku. Ini kisah mengenai perjalanan mengenakan niqob/cadar yang pada 22 Juni 2020 ini tepat sudah satu tahun lamanya.

...bersambung...

Minggu, 21 Juni 2020

Minum Membawa Luka: 5 Menit Penuh Ketegangan

Baru banget kejadian. Hari ini. Tepat 21 Juni hampir pukul 21.00 WIB.

Sebentar, sebelum dilanjutkan, peringatan untuk single-lillah di luaran sana supaya jangan takut menikah 😅. Ini hanyalah sekelumit kisah rumah tangga ketika sudah dikaruniai buah hati. Tak melulu bahagia, tapi kita tetap harus waspada dan bersyukur pada-Nya.

Lanjut...

Malam ini suasana begitu hectic. Anak-anak yang sudah 'memberikan alarm' pertanda mereka lapar. Alarm berupa:

"Aa lapar!"
"Dedek mau makan..."
"Aa mau nasi kecap!"
"Dedek juga!"

Diucapkan oleh dua anak kecil bergantian. Repetitif. Mengintimidasi Ambu yang hendak sisiran karena baru saja selesai mandi. Seharian baru mandi?
Patut diapresiasi. Pernah kok sampai berhari-hari. *jangan ditiru

Nun jauh di dapur sana (oke, ini hiperbola 😂) ada Abah yang tengah 'pakepuk' memasak mie rebus sisa siang tadi. Kuah baksonya habis. Tak ada bumbu yang bersisa. Dengan sok ide Abah bikin mie goreng. Kecap asinnya berasa. Ditumis pakai red onion yang jarang kami beli karena harganya yang cukup tinggi. Raut wajahnya menyiratkan kelelahan. Pun dengan hasil masakan yang kira-kira hanya cukup untuk satu porsi orang dewasa.
"Jadinya cuma sedikit...", ucap Abah dengan lirih.
Lalu Ambu berinisiatif untuk mengambil se-centong nasi hangat.
"Ambu sih makan mie gorengnya pake nasi, Bah."
Wow!
Double Carbo!
Malam-malam!
Tak mengapa. Sebagai ikhtiar Ambu yang puasa romadhon kemarin membuat bobot diri mencapai angka empat puluh satu kilogram. Masih butuh sekitar empat kilogram lagi untuk mencapai standar ideal versi suami tercinta.
"Abah juga ah makan pakai nasi...", ujarnya penuh semangat.
Baiklah, kami malam itu menjadi pasutri yang makan (terlalu) malam dengan nasi dan mie. Hmm... Kayaknya ditambah minum jus alpukat would be great! 😂


Rabu, 17 Juni 2020

Pesan untuk Generasi Alfa: Let's Read Everything!

Assalamu'alaykum, Ibu-ibu!
Ketemu lagi sama Ambu nih di blog yang tentunya udah mulai diisi tulisan kembali. Sebelumnya blog ini sempat tidak aktif karena Ambu cuti hamil dan melahirkan. Hehehe... *alasan*

Langsung aja, ya...
Sebagai Millennial Moms, keseharian kita tidak akan jauh dari aktivitas membaca. Minimal membaca katalog online shop. Hahaha...
Belum lagi beragam WhatsApp Group yang selalu kita baca isi chat-nya. Oh iya, caption Instagram juga suka kita bacain, kan... Juga beragam materi parenting yang kita dapat dari kuliah online.
Yes, let's read everything!

Tentunya hal ini merupakan langkah yang bagus untuk menumbuhkan minat baca pada anak kita yang merupakan generasi alfa, dengan catatan, membaca itu ternyata menyenangkan. Berapa kali kita terkekeh membaca jokes yang tersebar melalui broadcast message. Lalu tanpa sengaja, anak-anak kita bertanya, apakah gerangan yang membuat ibunya sumringah begitu, asik banget kayaknya...
Biasanya nih, anak kita jadi salah paham. Dia pikir yang mengasyikkan itu adalah hp-nya. Padahal, tentu saja bukan...

Kamis, 07 Mei 2020

2020: Super Mom VS Immunity

Assalamu'alaykum...
Bagaimana puasa di bulan ramadhan ini?
Semoga dimudahkan dan dilancarkan, ya...

Untuk menemani ngabuburit kali ini, aku mau ngajak diskusi mengenai kesehatan anak. Sebagai orangtua, gimana sih rasanya saat anak kita jatuh sakit?
Rasanya seperti patah hati terbesar, ya. Melihat anak yang biasanya aktif ceria jadi mendadak lemes dan lesu. Kerjaannya cuma nangis karena ga nyaman. Biasanya kalo udah sakit gini bakal repot banget. Proses melawan penyakit, recovery, mengembalikan nafsu makan anak, menaikkan kembali berat badan anak, semua rangkaian ini mau ga mau harus dilalui. Ketahanan fisik dan mental orangtua benar-benar diuji pada saat tersebut. Ini artinya, kita sebagai seorang ibu harus menjelma sebagai 'Super Mom' yang mampu menjaga kesehatan anak. #EveryMomIsASuperMom

Stimuno Sirup

Kuncinya, sebelum anak jatuh sakit, lebih baik orangtua melakukan beragam tindakan preventif. Memang benar adanya bahwa 'mencegah lebih baik daripada mengobati'. Lebih baik susah payah menjaga kesehatan anak demi tercapainya pertumbuhan sesuai dengan usianya daripada kita harus kerepotan mengurus anak yang jatuh sakit ketika imun tubuh sedang lemah. Nah, aku selama ini fokus pada pemberian vitamin alami melalui buah dan sayuran. Ternyata hal tersebut masih belum cukup. Harus ada ikhtiar lain yaitu semacam modulator untuk merangsang antibodi anak yang lebih optimal. Kali ini aku dan keluargaku mau coba 'Stimuno'. Apa sih Stimuno itu? Multivitamin kah atau jamu?

Jumat, 17 April 2020

Bandung Zoo: Parenting Failed?

Assalamu'alaykum, pembaca blog Ambu!
Kali ini mau menyuguhkan bacaan yang mungkin akan membuat jiwa jalan-jalan kita bergejolak 🤭. Pasti kangen jalan-jalan, kan...
Sambil menunggu pandemi ini selesai, yuk kita 'menyantap' liputan Ambu waktu bareng keluarga plesiran ke Bandung Zoo, akhir tahun 2019.

Berawal dari poster aneka satwa di rumah, anak-anak nampaknya sudah bisa dikenalkan mengenai hewan-hewan secara langsung. Gimana sih gajah di kehidupan nyata, ular aslinya kayak apa, termasuk aktivitas primata yang kadang bikin gumush (gemas. red). Diputuskanlah untuk menyambangi Kebun Binatang Bandung yang terletak di Tamansari, dekat ITB dan Sabuga. Dari tempat parkir, langsung diarahkan ke loket pembelian tiket. Untuk anak dengan tinggi badan di bawah 90cm masih gratis, ya...

Sampai sana, masya Alloh, kebun binatang Bandung ternyata udah tertata lebih rapi. Jalanannya udah stroller-friendly, pun untuk pengunjung yang menggunakan kursi roda. Dari hal ini aja udah bikin betah.

Sesampainya di sana, kami sekeluarga makan siang dulu di warung dekat kandang gajah. Pengalaman baru juga makan siang sambil lihat gajah pipis. Entahlah air pipisnya berapa liter. Yaudah ga usah dibahas, ya. 😆

Prediksi Ambu, orang yang bakal excited to the max akan kebun binatang ini adalah Aa Umar. Ternyata prediksi meleset, Guys!


Siap berkeliling! Alat tempur: stroller dan carrier

Jumat, 31 Januari 2020

Tulang Ikan 20 Juta

Bismillah...

Tulisan pertama di tahun 2020 ini cukup emosional bagi Ambu. Rasanya berat setiap mau mulai menulis, ada rasa sesak di dada dan air mata yang tertahan. Namun semoga ada hikmah dan manfaat yang bisa diambil dari situ.

Kejadiannya adalah hari Kamis, 16 Januari 2020. Tak ada yang berbeda dengan aktivitas Ambu kala itu yaitu sedang menyuapi kedua anak Ambu, Aa Umar dan Dedek Aydin. Menu makan siang hari itu adalah sepiring nasi dan ikan kembung goreng yang bumbunya Ambu tumbuk sendiri. Memang ikan kembung ini menjadi favorit Aa dan Dedek. 

Sekitar pukul 11.30 tiba-tiba Aa Umar laporan bahwa ada duri ikan di mulutnya. Ambu yakin bahwa tiap hendak nyuapin, duri ikan sudah Ambu singkirkan dan Ambu malah memaksa Aa Umar untuk tetap menelannya. Lalu keadaan diperparah dengan Aa Umar yang muntah dan mengeluh sangat kesakitan. Untungnya hal itu tidak berlangsung lama. Setelah lewat waktu dzuhur, saatnya jadwal anak-anak untuk tidur siang. Aa Umar nampak gelisah namun tidak menunjukkan rasa sakit seperti tadi. Memang Aa Umar ini agak kurang suka jika diminta untuk tidur siang. Sekitar pukul 14.30, Aa Umar sesekali mengeluh lagi bahwa di sekitar tenggorokannya sakit. Penasaran, Ambu coba cek. Tidak ada duri apapun. Untuk penanganan awal, Ambu minta Aa Umar menelan nasi kepal dan makan buah pisang. Tapi ia tetap mengeluh kesakitan. Saat dicek lagi, astaghfirulloh, ternyata memang ada duri ikan yang menancap di pangkal lidahnya.

Saat itu yang ada di pikiran Ambu adalah harus ada bantuan medis karena Ambu sama sekali ga bisa ngapa-ngapain untuk ambil durinya. Setelah menghubungi dokter anak yang biasa menangani Aa Umar, maka diputuskan untuk menemui dokter THT. Terlebih Ambu juga tanya ibu-ibu di WAG Orami Toddler, menurut mereka sebaiknya langsung ke dokter saja. 

Sekitar pukul 15.00 Ambu berangkat menuju rumah sakit. Astaghfirulloh... Kala itu tengah hujan angin, Ambu bertiga menggunakan jasa Grab Car. Terlihat si sopir juga cukup panik karena kondisi saat itu tidak bagus untuk melakukan perjalanan. Ditambah kami harus cari jalan alternatif agar terhindar dari macet. Kami melewati perkampungan dan ada perlintasan rel kereta api tidak berpalang otomatis, dengan kondisi hujan angin seperti itu, tidak ada sukarelawan yang biasa menjaga di sana. Kami berusaha hati-hati dan setelah waktu tempuh selama satu jam, kami sampai di rumah sakit.

Buru-buru Ambu menuju poli THT membawa Aa Umar yang kesakitan dan Dedek Aydin yang masih bingung karena baru bangun tidur. Setelah coba daftar, petugas RS mengabarkan bahwa dua orang dokter yang praktik hari itu tidak menerima pasien tanpa appointment sebelumnya. Ambu diminta datang lagi keesokan harinya. Agak kalut, Ambu mencoba cara lain yaitu apa bisa masuk ke UGD dulu baru nanti ditangani dokter THT. Di pikiran Ambu kala itu, Aa Umar harus segera diberi tindakan. Lalu saat berada di ruang UGD, dokter jaga bilang bahwa mereka tidak punya alat khusus untuk menangani Aa Umar. Agak panik dan kecewa, Ambu mencoba menenangkan diri. Ambu lihat Aa Umar dan Dedek Aydin yang mulai lapar. Ambu beri mereka susu kemasan terlebih dahulu sambil Ambu terus berpikir langkah apa yang harus Ambu lakukan. Di situ Ambu mulai bingung, kalau Ambu harus daftar poli satu hari sebelum konsul, itu maksudnya gimana, ini kan baru kejadian hari ini, apa ga ada cara lain. Bener-bener bingung. Di tengah kebingungan, salah satu tenaga medis menyarankan untuk pergi ke Rumah Sakit Khusus THT yang ternyata berada persis di belakang rumah sakit ini.

Sampailah Ambu di RS THT tersebut. Setelah daftar dan harus menunggu antrian, Ambu suapin dulu Aa Umar dan Dedek Aydin. Sesekali tetap bermain dan bersenda gurau. Ambu ajak ke playground, mencoba menjaga fitrah mereka yang gemar sekali bermain walau Ambu dalam kondisi yang cukup kalut. Begitu dipanggil ke Poli, ternyata Aa Umar harus menerima tindakan. Aa Umar dibius lokal lalu duri ikannya diambil. Selesai.

Ternyata tindakan tadi tidak sesuai ekspektasi. Aa Umar tidak kooperatif bahkan saat baru diminta buka mulut untuk disemprot obat bius lokal. Saat itu dokter bilang agar Aa Umar dibius total dan masuk ruang operasi. Terlebih durinya menancap di amandel kiri Aa Umar yang kala itu sedang bengkak. Astaghfirulloh... Ya Alloh...

Selasa, 01 Januari 2019

Chicken QatSyu Family



Alhamdulillah...

Inilah formasi keluarga kami per 1 Januari 2019. Semoga kami bisa sehat selalu. Saling menyayangi.

Ga nyangka, dulu masih sendiri nah sekarang udah berempat aja.

Aktif nge-blog lagi aja apa, ya..

Hmm.. Kadang ke kamar mandi mau pipis aja susah, ditungguin bocah-bocah apalagi mau blogging. 😂 Tapi kan itu urusan Ambu, bukan salah bocah-bocah. Harus setrong ah kalo jadi mak-emak. 🤗

Salam.
Ambu Mande.

Rabu, 04 Mei 2016

Itu Cinta

Ga nyangka bisa lihat Cinta alias Dian Sastrowardoyo. Terakhir lihat tuh pas dia roadshow iklan sabun LUX di Ciwalk bareng Tamara, Mariana, Luna tahun 2007.
Ini lihat dia dari jauuuuh, tapi nampak cantik. Hehe. Semoga kapan-kapan bisa foto bareng. Kan foto bareng sama Rangga mah udah. Soalnya hal kayak gini nih yang bikin betah di Jakarta, ketemu artis. 😍
#shallow

Senin, 29 Februari 2016

Current Favorite Place

Recently, hubby and I really loves to have dinner at one of traditional restaurant in East Jakarta. Not that east. Rawamangun area. Nice ambience, super cozy, great food and good WiFi. Speaking of food, they serves so many kind of 'sambal'. A spicy paste made of various of chilli. This restaurant called: RM 1001 Sambel Ceu Dedeh.

You could 'lesehan' at 'sasaungan' here but there's also chair in the front. His favorite is Ayam Kampung Bakar while mine is Soto Tangkar and Sambel Goang. The price?
It's totally affordable. Remember, this is big city so you're not that often get a good dinner with good price plus good place. Here's the video: https://youtu.be/5v-bmzmWv2Y

So yeah..This is my post for february. Gotta write another but let's see. One post a month isn't bad tho'.

Salam,
QPE.

Minggu, 27 Desember 2015

Cerampen #4: Masa Lalu

"Seberapa penting sih masa lalu buat kamu?"
Pertanyaan ringan yang dilontarkan ini membuat suasana menjadi kikuk. Agaknya perkara kerja kelompok kali ini bukan mengenai UTS semata, melainkan tentang 'Universitas Kehidupan'.

"Yes! Akhirnya beres juga.."
"Nilai A sudah di tangan!"
"Hahaha.. pede banget!"
"Aamiin-kan aja, yuk!"
"Aamiin..."

Lalu mereka berlima pulang menuju kost-nya masing-masing. Kebetulan tidak terlalu jauh dari kafe tempat mereka berkumpul tadi. Sekumpulan anak kuliah semester 5. Tiga perempuan dua laki-laki.

***

Lho, pertanyaan tadi tidak ada yang menjawab?
Bukan tidak ada yang menjawab. Tidak ada yang mau membahasnya. Masing-masing dari mereka menjawabnya ketika pulang, itupun jawaban di dalam hati. Berikut batin mereka akan pertanyaan tadi.

Masa lalu. Lebih mudah mengenang masa lalu yang berisi hal-hal yang menyenangkan. Siapa yang mau melakukan kesalahan.

Masa lalu. Menyebutnya saja membuat muak apalagi harus mengingatnya. Masa lalu penuh penyesalan, membuat hidup tidak fokus dan kehilangan tujuan. Menyebalkan.

Kita kan hidup di masa sekarang, ngapain ngomongin masa lalu. Hahaha. Pertanyaan ga penting.

Masa lalu adalah sejarah. Manusia jangan melupakan sejarah. Itu kata Bung Karno, bukan kata saya.

Masa lalu... Hmm...

Itulah jawaban dari ke-5 mahasiswa/i tadi.
Ada yang merasa terwakili?
Ada jawaban lain?

Terima kasih sudah membaca. Kamu baik sekali. 😊

-QPE-

Kamis, 20 Agustus 2015

CERAMPEN #3: Merasa (Paling) Benar

          Kegiatan yang menyangkut ibadah tidak dilakukan oleh setiap penganut agama, mungkin ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Lalu bagaimana dengan pelaku ibadah itu sendiri?
Apa yang mereka rasakan?

          Suatu siang di sebuah pinggiran kota...
"Mbak Nis, nanti ngaji kan?!"
"Iya, insha Allah. Mbak Icha ngaji juga?"
"Ngaji dong pastinya..."

          Selesai pengajian...
"Aku tuh... Ini aku lho ya.. Jadi aku tuh alhamdulillah masih bisa dikasih kesempatan ngaji."
"Iya alhamdulillah..."
"Orang sih banyak yang hatinya tidak tergerak untuk ngaji. Padahal kan ngaji juga untuk kehiduan sehari-hari. Ih parah deh.. Aku sih kalo ga ngaji merasa kosong gitu. Pahalanya kan banyak ya.."

          Di rumah...
"Setiap ngaji alhamdulillah aku bahagia tapi selalu merasa banyak dosa. Tindakanku benar namun tak merasa paling benar. Siapalah aku dengan sok tahu menghitung pahala dari tiap manusia. Aku hanya perlu untuk terus istiqomah...", ujarnya bermonolog menghadap cermin sambil melepas peniti dari jilbab warna pastelnya.

Apakah Mbak Ninis yang merasa paling benar?
Atau Mbak Icha yang terus berintrospeksi?
Intinya bukan siapa, melainkan tindakan dalam beribadah.
Agaknya kita berada dalam masalah yang sesungguhnya ketika mulai merasa menjadi Maha Benar. Apalagi mulai menghakimi sesama dengan seenaknya.

          Mengajak ke kebaikan memang benar, tapi sangat dibenarkan jika dilakukan dengan langkah-langkah yang benar.




Terima kasih sudah membaca. Kamu baik sekali! :)
QPE

Jumat, 26 Juni 2015

CERAMPEN #2: Dialog Lelaki Urban Tentang Perempuan

Minggu ke-1

"Tipe lo tuh.."
"Haha. Ga. Lo kali.."
"Iya gw suka yang keliatannya dewasa dan ngemong."
"Nyari pasangan apa babysitter?"
"Hahaha. Lo gimana?"
"Gw mah sedapetnya yang cocok aja."
"Pasrah banget.."
"Bukan. Prinsip gw, kita jangan kufur nikmat."
"Berat, bro.."
"Haha. Lo harus tau kapan perlu berhenti."
"Iya deh.."


Minggu ke-2

"Bedaknya ketebelan, Sist..."
"Hahaha. Komen mulu lo!"
"Kontras tuh muka sama leher."
"Noob, bro. Haha.."
"Ga usah trying so hard to look fabulous, kali. Kita ga nge-judge dari make-up doang.."
"What are you trying to say is..."
"Ya kan cewe cantik ada aspek behaviour and brain juga. Body juga deng. Haha.."
"Eh lo ga tau ya?"
"Apaan?"
"Cewe susah payah make-up dan dress-up buat saling intimidasi antar kaumnya kali."
"Serius?"
"Yoi."
"Gw kira buat attract our attention."
"Cuma 15% lah itu."
"Lo terdengar sotoy tapi somehow argumen lo valid juga. Haha.."


Minggu ke-3

"Langgeng lo sama yang sekarang?"
"Belom bosen aja gw. Haha."
"Parah lo.."
"Fotoin OOTD gw sabi kali, bro.."
"Kayak cewe aja pake OOTD segala."
"Lah sejak kapan OOTD milik kaum hawa doang? Bebas kali, bro.."
"Haha. Bebas lah.. Aliran maskulinist ya, lo?"
"Apaan tuh?"
"Saingannya feminist. Haha.."
"Haha gw ga gitu suka tentang feminisme tapi ngeliat Emma Watson jadi Aktivis Perempuan sih kok gw respect ya, bro?"
"Lo mah nge-fans bukan respect. Haha.."
"Haha. Tapi gw kalo nikah pengen istri yang keibuan aja cukup."
"Gw sih kalo istri gw ntar mau jadi wanita karier juga ga apa-apa, asal tetep manut."
"Bikin yuk Aliansi Suami yang Beristri Manut Ae alias A-SU-BA-E."
"Haha gokil.."


Minggu ke-4

Tak ada percakapan tentang perempuan untuk kali ini. Percakapan di atas adalah obrolan ringan antara dua orang pria yang tinggal di kota besar dengan usia sekitar 25-28 tahun.
Untuk kaum adam yang dianggap sederhana, praktis, terkadang mereka pun punya pemikiran jelimet sendiri tentang lawan jenisnya.
Tak melulu masalah fisik atau beragam citra yang dipopulerkan media akan rupa seorang perempuan, tapi pendapat mengenai keseharian dan tingkah lakunya pun tak luput untuk mereka bahas.
Terkadang pandangan mereka akan perempuan tidak cukup detail tapi sudah cukup mengandung poin dari keseluruhan topik.
Rata-rata mereka mengobrol dengan pakem serius tapi santai, sok serius lebih tepatnya. Menghakimi dengan diiringi derai tawa.

Selalu ada pendapat tentang apapun. Lebih baik memprioritaskan tentang melihat isi pendapatnya daripada oleh mulut siapa pendapat tersebut diutarakan.



Terima kasih sudah membaca. Kamu baik sekali! :)
Salam, QPE.

Kamis, 18 Juni 2015

CERAMPEN #1: Duka Seorang Teman

Aku kebingungan. "Dompetku hilang.."
Aku sebal. "Dia tidak peka sama sekali. Kenapa, sih?"

"Selalu saja hujan!"
Aku bosan. "Bisnya tak kunjung tiba.."
Aku menggerutu banyak hal.


***

Aku mendengarkan.

***

"Kamu pikir manusia tak pernah sedih?"
"Bukankah manusia selalu bermasalah?"

"Hidup macam apa yang tengah kamu jalani?"
"Tak mengerti cara berteman?"

***

"Kamu kira hanya karena aku tak pandai mengumbar duka sepertimu, pertemanan ini tak harus ada?"

***


         Ini adalah kisah dua orang yang saling menganggap teman. Orang ke-1 merasa orang ke-2 tidak tahu cara berteman karena perkara berbagi duka. Mungkin ini hanya wujud dari rasa malunya yang terus mengeluh banyak hal tatkala temannya hanya mendengarkan. Ia ingin simbiosis mutualisme.
          Orang ke-2 sepertinya bukan tipe manusia yang terbuka akan segala hal sehingga dia tak pernah berbagi duka padahal tetap ingin berteman.
          Jika ingin menjadi orang ke-3, ke-4, dan seterusnya, silakan memihak pada salah satunya atau tidak sama sekali.



Terima kasih sudah membaca! Kamu baik sekali...
Salam, QPE.