QPE

QPE

Rabu, 01 Juli 2020

New Normal = Semacam Culture Shocked?

     Assalamu'alaykum, Ibu-ibu!
Gimana dengan penerapan New Normal saat ini?

     Hari ahad kemarin, tepatnya 28 Juni 2020, merupakan pertama kalinya Ambu ke luar rumah DAN menuju tempat umum. Rasanya campur aduk, excited yet anxious at the same time. Tempat ramai yang Ambu kunjungi adalah IKEA Alam Sutera. Keluarga Chicken QatSyu yang terdiri dari Abah (suami), Ambu (istri), Aa (anak pertama) dan Dedek (anak kedua), siap menjalani hari-hari baru.

     Apa saja persiapan yang kami lakukan?
- Makan dulu
- Bawa baju ganti untuk sekeluarga
- Bawa air minum dan makanan
- Sedia hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, masker
- Niatkan dengan baik, berdo'a agar diberi kelancaran

     Sejujurnya, emang kurang lebih kayak gitu persiapan yang Ambu dan keluarga lakukan tiap bepergian. Namun kali ini rasanya cukup 'aneh' ya karena itu tadi, udah berbulan-bulan diem di rumah. Tentu ini tantangan yang cukup besar bagi orang dengan mobilitas tinggi atau pun sering berkegiatan di luar rumah yang harus mengurangi aktivitasnya bahkan cenderung untuk karantina mandiri selama pandemi. Bagi Ambu yang betah di rumah pun, ada kalanya rasa jenuh menghampiri. Namun jika diniatkan sebagai ikhtiar demi kesehatan keluarga, diem di rumah aja juga hayuk lah. 

     Saat perjalanan menuju IKEA, ga jauh dari bunderan 'Downtown Alam Sutera' terlihat deretan mobil yang sudah mengular. Tepat sekali!
Ini orang-orang yang pada mau ke IKEA. Tentu dengan beragam maksud dan tujuan. Untuk Ambu sendiri, ada apa sih sampai memutuskan harus banget ke IKEA?
Ga belanja online aja?

     Jadi di rumah sedang ada agenda renovasi dikit-dikit. Juga sedang dekor ulang dan decluttering barang-barang yang sudah tak terpakai. Kebetulan barang-barang yang Abah dan Ambu incar adanya di IKEA. Tentu dengan pertimbangan harga juga. Ehehe. Lagi diskon. Ehehe. Tingkat urgensinya hanya sekitar 60% namun kami juga penasaran akan kehidupan tatanan baru ini. Benarkah di luaran sana tak se-menakutkan itu?

     Oya, ada sejumlah protokol yang harus dipatuhi saat belanja di IKEA Alam Sutera.

- Unduh aplikasi 'Tangerang Live' yang akan digunakan sebagai alat check in saat masuk IKEA nanti
- Harus sehat, ada pengecekan suhu
- Anak balita dan lansia > 60 tahun dilarang masuk walau hanya ke parkiran
- Pemberian nomor urut antrian masuk
- Pengunjung sangat dibatasi, kalau ga salah sih ga boleh lebih dari 500 orang
- Sila cek kembali instagram IKEA untuk lebih jelasnya


     Bada' dzuhur berangkat dari rumah. Setengah jam ikut antrian mobil menuju IKEA, keluarga Chicken QatSyu mulai gelisah. Awalnya masih terhibur sama pemandangan orang-orang Tangerang yang lagi belajar mobil di tanah kosong sebelah IKEA. Rasanya kayak ikut arus mudik padahal mah ke toko perabot doang gitu. Akhirnya, diputuskan lah untuk Ambu turun dan jalan kaki menuju IKEA. Begitu melewati post Drive Thru makanan, security IKEA langsung menanyakan keberadaan Ambu di situ. Lalu Ambu diarahkan ke ujung IKEA dekat pintu masuk Decathlon. Security bilang, pengunjung sedang penuh jadi harus sabar mengantri. Yaudah, Ambu jalan kaki lagi. Lalu ketemu dengan bapak berseragam yang kembali tanya-tanya sama Ambu. Mereka tegas dan ramah dalam penerapan New Normal ini. Apalagi menghadapi konsumen kayak Ambu yang udah pasti mau taat aturan, biar semua nyaman. Soalnya, perkara ngantri mobil tadi aja, Ambu nemuin pemuda urban gitu lagi bersitegang sama security. Dia sampe teriak dan nunjuk-nunjuk. Kaget, sih. Udah lama ga liat interaksi manusia di tempat umum. Kalau kata Ambu, memang mental kita diuji saat proses mengantri. Sekiranya bakal emosi, mening ke luar antrian dan persilakan orang lain untuk nyaman mengantri. Kadang orang suka lupa, kayak security gitu hanya melakukan tugas, siang-siang terik gitu ngatur antrian menguras tenaga ya kan. Kalo boleh milih mening ngadem di foodcourt IKEA kali itu bapak security. 


     Lalu sampailah Ambu di titik antrian yang udah penuh, kira-kira 20-30 orang. Jujur Ambu grogi banget, kayak mundur-mundur gitu ga mau deketan sama orang. Sampe segitunya?
Ya kan physical distancing, lagi pula Ambu sendirian. Eh iya, lupa diceritain kan, jadi Abah dan anak-anak masih ikut antrian mobil. Baru lagi nih Ambu ada di kerumunan orang. Terus Ambu berpikir, apa sebaiknya pulang aja?
It can wait!
Walau butuh, masih bisa besok-besok lah ke IKEA. Ditambah Ambu kepikiran anak-anak takut bosen dan cranky. Lebih khawatir lagi kalo Si Abah yang cranky. Aduh, Mak... Bapak-bapak rewel tuh gimana coba. Hahaha



     Akhirnya Abah jemput Ambu di deket arah masuk Decathlon, toko olahraga sebelah IKEA. Ambu ceritain ke Abah bahwa ini Ambu ga jelas kapan bisa masuk IKEA, harus sabar nunggu. Yaudah akhirnya keluarga Chicken QatSyu batal ke IKEA Alam Sutera kali itu.


     Ga taunya Abah memutuskan untuk lanjut ke IKEA Sentul City. Wah, udah lama rasanya ga bepergian lintas provinsi. Nah, berikut protokol mengunjungi IKEA Sentul:

- Anak kecil boleh masuk
- Wajib cuci tangan di pintu masuk
- Periksa suhu dengan thermo gun
- Diberikan nomor antrian

     Dikarenakan Aa dan Dedek tidur, Abah kebagian jaga anak sedangkan Ambu bertugas untuk belanja kebutuhan. Abah awalnya ingin ikut, jadi anak bisa dibawa pakai stroller. Tapi Ambu agak keberatan, sih. Selain lupa bawa stroller, baiknya anak-anak ga ada di keramaian. Dengan legowo, Abah harus rela nunggu di parkiran dan rela kartu ATM-nya Ambu kuasai. *eh* hahaha bercanda.


     Setelah memasuki area display, yang Ambu rasakan saat belanja di IKEA Sentul adalah:

- Tidak terlalu ramai padahal weekend
- Pihak IKEA selalu mengingatkan agar tidak berkerumun
- Para pengunjung dan karyawan/karyawati memakai masker
- Tepat pukul 18.00 food court tutup
- Ga ada lorong kardus fenomenal, apa Ambu ga liat ya?
- Pemandangannya indah, belanja sambil menikmati alam di Sentul 


     Ambu yang datang sekitar jam 4 lebih rasanya kayak lagi ikut kuis tantangan belanja menghabiskan uang 10 juta dalam 1 jam. Realitanya, barang-barang utama yang dicari ternyata indent. Tapi ga apa-apa. Ambu jadi tau dunia luar dan saran dari Ambu:

- kalau bisa belanja online, utamakan belanja online melalui website toko tersebut
- bisa juga ikut Jasa Titip. Salah satunya ada 'JasTip Ambu Mande' udah tau belum?
*ngiklan 😁
- untuk anak kecil, baiknya jangan dulu dibawa ke keramaian
- kalau pun harus ke tempat ramai, perhatikan prosedur kesehatan dan tidak berlama-lama

     Begitulah pengalaman Ambu beraktivitas kembali di dunia luar. Semacam culture shocked?
Bisa jadi. Saat ini perkara mandatory photo di lorong IKEA ga sebebas dulu. Pergerakan kita pun dibatasi. Namun ini semua demi kebaikan bersama. Semoga tempat umum lainnya menerapkan sistem disiplin seperti ini. Warga Indonesia insyaa Alloh akan taat aturan apalagi kalau disertai denda uang jika melanggar. 😉

Salam,
Ambu Mande
(yang punya JasTip Ambu Mande, ya? 😂)


13 komentar:

  1. Udah lama juga nih ga ke ikea. Terakhir belum lama ini ke ikea yang di sentul. Gak terlalu ramai juga.

    BalasHapus
  2. Benar, new normal semacam culture shock, tapi mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan keadaan, demi kebaikan kita semua...

    BalasHapus
  3. Saya juga kalau tidak kepaksa banget, lebih baik tidak keluar. Dan semoga praktik disiplin seperti ini tetap dilaksanakan oleh semua pihak yang berkepentingan.

    BalasHapus
  4. Aamiin, mudah-mudahan semuanya taat aturan sehingga pandemi cepet selesai ya kak. Akhir-akhir ini orang juga udah mulai ngawur lagi, pemakaian masker udah mulai kendor, padahal status pandemi belum dicabut.

    BalasHapus
  5. Iya, sering ragu-ragu juga kalau mau ke luar rumah. Sukanya nyari yang sepi-sepi. Tapi kl semua taat aturan baik pengunjung maupun pengelola usaha, Insya Allah aman sih

    BalasHapus
  6. Selama New Normal aku udah dua kali ke Ikea Alam sutera & sentul 😁 alhmdulillah aman

    BalasHapus
  7. Awalnya iya sih kak. Tapi makin kesini jadi kewajiban yang harus dipatuhi dan aku sendiri ini udah jadi kebutuhan keamanan dan sehat

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. wah udah gak bisa foto wajib kalo ke ikea yaa ambun hihi, yah memang harus patuh protokol kesehatan yaa kita biar virusnya cpt angkat kaki

    BalasHapus
  10. Kalau anak kecil memang sebisa mungkin jangan dibawa duku ya, soalnya daku suka kasihan sama anak-anak yang dibawa orangtuanya berbelanja situasi belum kondusif juga kan

    BalasHapus
  11. Tos ah selama jastiper :D Aku jastiper buku.
    Betul banget, belanja langsung di masa pandemi rasanya campur aduk banget. Aku pun sempat lama mikir buat buka jastip lagi. Tapi karena keuangan makin menipis, jadilah jalan. Tentu dengan protokol kesehatan. Kelar belanja, udah langsung pulang.

    BalasHapus
  12. IKEA ini cuma ada di Jabodetabek ya? Sulawesi belum ada sih. Padahal lihat produknya, oke2 dan unik gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setauku untuk toko offline-nya ada di Tangerang dan Bogor. Terus mau dibangun juga di Padalarang, Bandung. Info lengkapnya ada di Instagram mereka, Kak. 👍🏻

      Hapus

Silakan santun ber-komentar!